Hari ini saia membaca berita di Waspada dengan judul "Kita Sakit, AS Jual Vaksin". Diambil Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Siti Fadhilah Supari, Sp, IP menuding bahwa Amerika Serikat telah menyalahkan virus flu burung yang telah dikirim dari Indonesia.
Permasalahannya sampel virus yang kita kirim ke Amerika Serikat telah membuahkan hasil bahwa sudah menemukan vaksinnya. Tetapi negara-negara dunia ketiga harus membeli vaksin tersebut dengan harga jutaan dolar untuk mendapatkannya. Bu’ Siti juga menganggap bahwa negara dunia ketiga ini yang di dalamnya termasuk kita, telah dijadikan laboratorium oleh mereka, kita disuruh sakit, sementara mereka menjual vaksin. Ini jangan berlangsung terus.
Menurut saia ini sudah tidak adil. Ini artinya kita telah menjual nyawa untuk keuntungan orang lain. Kita akui kalau SDM kita kurang, tetapi harus kritis terhadap negara maju. Mengenai adanya penemuan vaksin, kita terima, tetapi kalau tentang distribusinya bayarnya jutaan dolar, nggaklah. Untuk apa engkau jual tu vaksin AS, kami tidak akan membeli vaksin itu. Mencegah dengan cara biasa sudah cukup, untuk apa beli yang gituan, menurut saia. Paling nggak AS membuat vaksin tersebut sebagai solusi pencegahan penyebaran flu burung, bukan sebagai ladang bisnis.
Untuk kawan2 yang membaca, kita jangan sampai kalah saing dengan negara lain. Selagi kita masih muda, masih dapat menimba ilmu, gunakan kesempatan muda ini untuk belajar agar dapat sukses dan dapat memajukan negara ini. Apa kata guru kami, "Jadilah anak Bangsa, bukan anak Bangsat". Kita memang sudah pernah mengalami hal ini dan bahkan sampai terjadi sampai sekarang, apakah itu? Ialah MINYAK BUMI.
Kita menjual minyak mentah sama negara orang, paling2 cuma dapet $30 per barel. Abis itu diolah ama negara orang, dan hasilnya contoh : Premium, dijual $56 ke negara lain. Negara lain itu termasuk Indonesia. Bagaimana kita ini, terus merugilah.
Oleh karena itu saia mengingatkan kembali, mari terus tingkatkan dan kembangkan ilmu yang yang kita miliki. Jangan malas belajar en kembangkan bakat yang dimiliki. Indonesia ini sudah cukup lama menderita, jangan sampai hancur berkeping-keping, kitalah generasi penerus bangsa, harapan satu-satunya untuk memajukan bangsa.
Sudah itu saja, saia pusing huhhhhhhhh…..
*sembari pergi geleng-geleng kepala*

















*THH*
setingan untuk ps2 ada gak?