Sudah lama tak terasa ini sudah mendekati akhir semester. Tetapi semangat tetap membara untuk mengikuti olimpiade bersama teman2 utk membawa nama skolah. Walaupun begitu saia masih terpuruk dengan segala kegagalan saia. Saia akui kalo kemampuan saia tanggung2. Kegagalan saia di olimpiade komputer tingkat kota Medan dan se-Sumut, serta di olimpiade B. Inggris di Metodis, sungguh sebuah obat pahit…
Saia perlu berlatih banyak. Membagi waktu tetap membatasi latihan saia. Itulah yg membuat kemampuan saia tanggung. Pasti ada kemampuan lain yg bisa saia gunakan untuk menembus kepahitan ini. Akhirnya itu terjawab ketika aku mempelajari sistem limit di les. Saia tersadar kembali, hakikat Matematika ialah kembali kepada jalan yg kita tempuh untuk satu tujuan. Sampai sekarang ini, saia baru sadar kalo saia mengikuti olimpiade ini tidak disertai rasa sungguh2. Saia tidak pernah membuat tujuan bahwa saia punya tujuan dibalik ini. Menang bukanlah sebuah tujuan yang memenuhi hasrat saia untuk mengasah ilmu ini. Tetapi akhirnya saia kembali mengingat bahwa aku pernah mengalahkan nilai Matematika sang “Dicky Budiman” (sorry jika nama anda tertera, terkenal yo dan bukan bermaksud sombong, saia perlu meraih PD saia kembali bro, maaf) di tryout Primagama se-Kota Medan. Dan walau itu, saia tetap kalah akibat saia kehilangan waktu mengerjakan B. Indonesia. Tetapi itu membuat saia tetap puas bisa tetap bertahan di rangking 15.
Pengalaman ini menginspirasi saia, saia perlu kembali ke Matematika, satu-satunya cara untuk dapat berhasil ialah “merapikan benang merah yg telah kusut”, dan saia menanti bulan April ini…
Dan Kepada kwan2 semua, aku kembali blogging lageeeee……! SEMANGATTTTTTT!

















*THH*
“Tetapi semangat tetap membara untuk mengikuti olimpiade bersama teman2 utk membawa nama skolah”
wah, wah… ada orang pinter mampir di blog saya…
tetep semangat meski banyak kegagalan yang dialami, bosss…
belum ngupdate lagi ya ki?
Salam kenal dari kami anak MM SMK Negeri 8 Semarang, kunjung balik yaw