Is it mean “I have to pay more for a broken career”?

Wah, sial banget hari Sabtu kemarin. Ndak terpikir kalo mengecek mata pada hari itu adalah keputusan yg buruk. Anehnya, malah saia minta…walau tidak ditawar mom. Aduh kenapa ya? sebentar terpikir itu adalah momen bagus untuk memperbaiki mata ini, nantinya bisa diobatin

rabunnya *hihihi argumentasi yg polos*. Yah mau gak mau terpikir mom, akibat sebuah keputusan yang persuasif dan forceable, mom mendesak untuk periksa mata. Oooo tidak. Pas pula waktu itu sekalian ngambil kacamata pesanan dad. Sudahlah, i’m in trouble pikirku.

Setelah diperiksa, hasilnya ngejutkan, -2.0, wow. Tak pernah terfikir kalo bisa begitu. Saia tidak menyangka kalo sudah separah itu. Selama ini persepsi saya salah tentang batas penglihatan saya. Saya masih mampu melihat ke papan tulis walau duduk tidak terlalu depan dan itu hanya bisa di waktu terik. Ya, apa boleh buat, saya pasrah. Inilah prestasi yang telah saya perbuat untuk raga saya. Saya rela pakai kacamata walau itu akan menyusahkan saya untuk dibawa kemana2. Pilih2 gagang yg bagus, akhirnya ketemu. Setelah dihitung, gagang+lensa ternyata 700rb. Weleh, nampaknya harus bayar mahal untuk kehancuran karir, sebenarnya bukan karir, tapi untuk aktifitas yg selama ini lancar saja, mungkinakan terhambat akibat saya kemana2 harus bawa kacamata. Lain lagi, harus dijaga baek2, karena barangnya lumayan menguras kantong dan mudah tergores. Hati saia malah tambah muram, coz dokternya gak ngasih rekomendasi biar rabunnya perlahan kurang. macem kasih obat kek, ntah apa gitu, abis tu bilang kalo nggak pake kacamata trus2an, minnya bakalan bertambah. Beghhhhhh.

Sepulang di rumah, saia langsung termenung. Apakah hidup ini akan selalu ditemenin ama glasses? Apakah ini rasanya memakai mata min 2? Apa seterusnya? Ya, sudahlah, saia masih punya harapan untuk m’ngurangi kerabunan ini. Ya udah, tiep malam minum wortel, minum tomat, makan sayur *walau pahitnya minta ampun hiiiiiiii*, ntah lah. Mom malah nyuruh pake kacamata trus2an biar gak bertambah minnya, weleh. Secara logika kayaknya perlu pake kacamata kalo mau nengok yg jauh2. Saia tahu kalo gak pake kacamata selagi rabun, bisa nambah minnya, jawabannya karena orang yang rabun jauh kayak saia neh, keseringan usahain matanya dideketin trus ama objek biar jelas selalu. Akibatnya, karena mata dimanjai, jadinya mata tidak terbiasa dengan objek yg jauh2.

Btw, sai tuh tahu sendiri kalo saia rabun karena kebanyakan maen kompie. Ya, kebanyakan maen kompie monitornya CRT. Walo pake filter, masih agak mengganggu.

Ada sebuah proyek yang saia inginkan. Kita tahu, radiasi monitor CRT disebabkan oleh tembakan elektron yang menembus kaca monitor. Filter memang berguna menyaring elektron2 yang jebol ini. Tapi akan berguna jika filternya digroundkan. Nah artinya, dgn kaca filter, elektron bisa ditangkap, tapi keadaannya tidak sesempurna itu, elektron masih bisa menembus dan mengenai mata. Akibatnya cukup berbahaya.

Jadi teori saia ialah, saia tahu radiasi itu adalah elektron, secara kemistris artinya bisa dialirkan melalui konduktor dan bisa tertarik magnet. Rencananya, saia pgn ngedisain sebuah kacamata silindris yg berisi H2O murni. H2O merupakan molekul polar, artinya bisa menghantarkan listrik dan bisa terpengaruh magnet bukan? Jadi, dengan menggunakan dua buah magnet yang terhubung dengan sebuah pin besi yg m’hubungkan antara air dengan magnet. Dapat dimungkinkan, elektron dapat tertarik dan difilter. Tetapi tidak semudah itu pula. Bisa saja momentum elektron tersebut akan semakin besar akibat pada sebagian sektor di kacamata, gaya magnet tidak kuat untuk merubah arah elektron, malah membuat sebuah gaya tarik bagi elektron. Dah akhirnya kacamatanya tidak berguna apa2. Itu hanya teori, tetapi untuk diwujudkan tidak punya modal. Bagi siapa yg t’tarik silahkan ditelusuri.

Akhir kata, saia nyaranin, bagi yang punya masalah mata, cepat2 diperiksa, apalagi yang sering2 maen kompie, pasti punya tuh. Semoga cepat tobat dan mengakuinya. Ok. Sebelum terlambat.

Posted on Wednesday, 17 December 2008, in Artikel, Diary. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. pindah ke wordpress gan

  2. Makanya, jangan dekat2 nonton tv ato di depan kom, muha!
    Ingat, “Jarak tv ke mata 3m, jarak buku ke mata 30cm, klo komputer berapa ya?”
    (kok malah nanya, muha?)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: