[Game Review] Call of Duty : Black Ops

Game Review

Call of Duty 5 : Black Ops

Jika anda seseorang yang menyukai sejarah, pasti anda pernah mengenal istilah Perang Dingin yang terjadi pada masa Soekarno memimpin Indonesia. Ya, perang dingin bukanlah seperti perang-perang biasa yang pernah terjadi sebelumnya. Sebagian orang boleh menganggap perang dingin hanyalah isu belaka. Tetapi game ini menggambarkan bagaimana suasana perang dingin terjadi.

Game ini bertemakan perang dingin antara Amerika Serikat dan Rusia pada tahun 1960-an. Setting dari game ini menggunakan profil lokasi dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia, seperti Rusia, Vietnam, Laos, dan Kuba. Treyach, sang pengembang, ingin memberikan pengalaman bagi pemain yaitu petualangan mengungkap penemuan senjata biologi pemusnah massal Soviet yang bernama “Nova-6”.

Mekanik  dari game ini sama seperti mekanik Call of Duty sebelumnya. Pemain akan bermain layaknya seorang tentara darat yang dapat menggunakan berbagai senjata api, seperti pistol, senapan, sub-machinegun, dan bazoka yang canggih. Kali ini ditambahkan pula senjata fleksibel seperti busur dan panah dilengkapi peledak atau sekedar alat gliding dari ketinggian. Selain itu jika pemain ingin melumpuhkan musuh yang cukup dekat, ia dapat menggunakan pisau. Pemain juga dapat memposisikan badan karakter, yakni tiarap, jongkok, dan berdiri. Posisi tersebut mempengaruhi kemampuan bergerak, akurasi tembakan, dan ketahanan terhadap serangan. Pemain juga dapat berenang. Kondisi kesehatan pemain direpresentasikan dengan baris merah di atas layar, yang akan semakin terang jika tertembak, atau menghilang seiring pemain memulihkan kesehatannya. Tersedia mode singleplayer campaign dan multiplayerbagi pemain. Bagi pemula, fitur tutorial dapat diaktifkan selama game berlangsung.

Pada singleplayer campaign, pemain akan memainkan karakter protagonis, yaitu Alex Mason, Jason Hudson, dan beberapa karakter lain. Mason akan menjalani misi spesial bersama Frank Woods dan Joseph Bowman. Sedangkan Hudson akan berkolaborasi dengan Grigori Weaver. Game ini menyegarkan kembali hubungan cerita dari 2 sekuel sebelumnya, World At War, dengan menghadirkan Viktor Renov dan Dmitri Petrenko. Sekuel kali ini juga menyertakan tokoh-tokoh bersejarah, seperti John Kennedy dan Fidel Castro.

Skenario utama dimulai dari pertemuan Mason, bersama dua rekannya Frank Woods, dan Joseph Bowman yang memulai misi pembunuhan Fidel Castro, presiden Kuba. Mason berhasil membunuh Fidel, tetapi ketika mereka melarikan diri dengan menggunakan pesawat, Mason tertinggal dan ditangkap oleh militer Kuba dan Fidel Castro yang sebenarnya. Fidel Castro ternyata telah bekerja sama dengan Rusia, sehingga Mason diserahkan kepada Jenderal Nikita Dragovich.

Mason akhirnya ditahan pada sebuah daerah terpencil di Rusia, Vorcutta. Selama di tahanan, ia bertemu dengan Reznov, seorang  mantan Tentara Merah pada perang dunia 2. Reznov menjelaskan siapakah Dragovich, berikut dua orang rekannya Lev Kravchenko, dan mantan ilmuwan Nazi yang membelot ke Soviet, Friedrich Steiner. Menilik sejarah pada Oktober 1945, Dragovich, Kravchenko, Reznov, dan Dimitri Petrenko merupakan satu tim yang tengah menjalankan misi untuk menemukan Steiner. Dalam misi tersebut, Dragovich dan Kravchenko ternyata mengkhianati Reznov dengan mengujicobakan penemuan Steiner kepada Petrenko, yaitu racun syaraf bernama “Proyek Nova”. Di saat itu pula, mereka mendapat serangan dari SAS Britania Raya, Reznov berhasil menyelematkan diri. Reznov berusaha menghancurkan “Proyek Nova”, tetapi berhasil diselamatkan oleh Rusia yang kemudian proyek tersebut berubah nama menjadi “Nova-6”. Reznov dipenjara, hingga akhirnya bertemu Mason dan berencana memberontak. Mason berhasil selamat, tetapi Reznov mengorbankan diri.

Pada beberapa scene, kita akan menyaksikan Mason tengah diinterogasi oleh dua agen rahasia CIA. Interogator terus menerus menyiksa Mason untuk mendapatkan informasi tentang makna kode rahasia yang ditransmisikan dari sebuah stasiun radio Kuba. Interogator menganggap bahwa ada hubungan antara kode tersebut dengan rencana Dragovich dan Mason merupakan tokoh kunci tersebut. Mason yang tidak mengetahui apa pun tentang hal tersebut mencoba mengingat kembali masa-masa beratnya selama misi berlangsung.

Awal cerita tersebut cukup menggugah pemain untuk memikirkan pertanyaan, seperti “apakah rencana Rusia sebenarnya ?”, “apakah makna dari kode rahasia tersebut ?”, “mengapa Mason tetap dibiarkan hidup ?”. Pemain dijamin akan menemukan jawabannya satu-per-satu selama memainkan game tersebut sampai akhir. Hal tersebut merupakan klimaks awal yang baik untuk mengundang interest dari pemain (ideal interest curve).

Hal yang cukup mengejutkan dari game ini adalah anda akan menemukan satu skenario lain yang benar-benar berbeda dari skenario utama. Skenario John F. Kennedy berdiskusi dan bercandan dengan konyolnya bersama pemimpin Rusia, Stalin, dan perdana menteri Inggris, Roosevelt –sebuah yang tidak biasa dilakukan pemimpin negara, menambah unsur komedi pada akhir game. Kemudian pengembang menambahkan mode game lainnya yaitu perlombaan menembak zombie tentara yang seiring waktu jumlahnya terus bertambah banyak, layaknya mode survival pada kebanyakan game. Tentunya dengan hal tersebut akan menambah keunikan tersendiri, serta memberikan the biggest surprise and fun kepada pemain.

Dari sisi grafis, game tersebut cukup fantastis. Pasalnya, Treyach menggunakan teknologi motion capture yang digunakan James Cameron untuk membuat film Avatar. Pengembang bekerja sama dengan Major John Plaster dari US Army untuk mewujudkan pergerakan dan strategi peperangan karakter utama maupun AI yang lebih realistis. Dalam hal audio, game tersebut tidak kalah bagusnya. Aktor terkenal seperti Ice Cube, Robert Picardo, dan Sam Worthington ikut mengisi suara beberapa karakter. Pengembang juga memasukkan lagu-lagu bernuansa Vietnam Era populer seperti Sympathy for the Devil (Rolling Stone) dan Won’t Back Down (Eminem) sebagai soundtrack. Seluruh strategi tersebut dinilai tepat untuk menjadikan game ini menarik, berkualitas, dan mudah dimengerti, baik bagi pemula maupun yang berpengalaman, serta mewujudkan tema dan experience yang diinginkan pengembang.

Game ini disarankan untuk dimainkan oleh pemain yang berumur di atas 17 tahun sebab dinilai mengandung unsur kekerasan berkala dan pembunuhan (kategori [Mature 17+] menurut ESRB rating). Game ini cocok bagi segala tipe psikologis pemain.

Sekian analisis dan review dari saya. Review ini merupakan tugas pertama saya dalam kuliah game development. Semoga dapat memetik ilmunya. Terima kasih🙂

referensi materi :

wikipedia.com

Schell, Jesse.”The Art of Game Design”.Elsevier, 2008

Posted on Monday, 10 October 2011, in Komputer. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. nice gamenya nih…saya udh pernah coba….

    salam kenal..

  2. Salam kenal jg🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: