Road to YSEP (H-2)

Saya tak pernah membayangkan bahwa hari ini saya seperti berada di film yang sangat familiar pas SD. Tak tahu, mungkin ini masih dalam alam mimpi karena keseringan menonton Ultraman dan Porenjes di waktu kecil hingga dewasa karena berbekas trauma melihat mereka sering babak belur dihajar monster, hem kasihan memang, tapi bukan itu yang mau diceritakan.

Hari ini terasa nyata ketika hari ini saya terbangun dari tempat tidur dan berlari melihat keluar jendela (walau sampai terbentur kursi). Apa yang saya lihat, Jepang. Dan saya akhirnya baru percaya memang sedang berada di Jepang.

Baiklah, kedatangan saya di Jepang bukan tanpa alasan. Alhamdulillah, saya dan dua teman kuliah saya mendapatkan kesempatan mengikuti pertukaran pelajar di salah satu universitas di Tokyo selama satu tahun. Saya ingin perjalanan ini bermanfaat bagi orang lain yang ingin mengenal dekat Jepang berikut isinya dan mungkin bagi adik-adik mahasiswa yang ingin merasakan rasanya belajar di Jepang. Setahun mungkin waktu yang cukup lama, tetapi sayang jika berlalu begitu saja. Oleh karena itu, saya ingin menceritakan kisah 360 hari perjalanan saya di Jepang. Walau tertunda, bukan berarti terlambat untuk menceritakannya. Bismillahirrahmanirrahim.

Bagaimana?

Berbicara tentang bagaimana saya dapat berpartisipasi dalam pertukaran pelajar ini. Program ini bernama YSEP (Young Scientist Exchange Program) diadakan oleh Institut Teknologi Tokyo setiap tahunnya bagi mahasiswa S1 dan S2. Detailnya bisa dilihat di sini http://www.ryu.titech.ac.jp/~ysep/.

Awalnya saya mengenal program ini ketika saya masih semester 1. Seorang teman kos yang juga anak UI, Jurusan Elektro angkatan 2008 memberikan saya sebuah brosur tentang program ini. Saya sangat ingin sekali, namun saya ragu bisa ikutan, karena pada waktu itu masih belum apa-apa alias masih maba. Namun, pada semester 3, saya mengetahui bahwa salah satu teman saya di fakultas akan berangkat ke Jepang, dan ternyata dia mengikuti program tersebut. Ini mengembalikan memori yang lama dan membangkitkan tekad saya.

Akhirnya pada semester 5, saya memutuskan untuk mempersiapkan semuanya, termasuk les TOEFL dan fokus kuliah, walau saya tak tahu apakah hasilnya berakhir baik. Namun, saya percaya bahwa mimpi tidak datang sendirinya. “Yang berusaha saja belum tentu berhasil, apalagi yang tidak berusaha”, itulah yang saya encamkan dalam pikiran saya. Pada bulan Januari, saya membuat paspor. Lalu pada bulan Februari, saya mendaftarkan diri pada program ini di kantor Internasional UI. Untuk info pendaftarannya, Anda bisa bergabung ke milis Yahoo milik International Office UI (IO UI) yang setiap bulan Agustus sudah memberikan pemberitahuan tentang pendaftaran. Saya harus melewati seleksi berkas dan wawancara di IO UI. Alhamdulillah, saya lolos seleksi berkas, selanjutnya lolos seleksi wawancara. Dan kembali lagi bersyukur bahwa saya lolos seleksi wawancara. Dari 11 peserta, yang lolos ada 4 orang, termasuk saya. Setelah itu, saya harus menunggu sekitar dua bulan (akhir bulan April) untuk diseleksi lagi oleh Tokyo Tech. Dan alhamdulillah lolos, yang lolos ada 3 orang teman saya sejurusan pula, yaitu Kemal dan Yudha.

Saya bersyukur mereka juga lolos, karena tentunya perjalanan ini akan semakin ramai. Namun, saya cukup khawatir, karena mereka tidak mendapatkan rekomendasi untuk mendapatkan beasiswa JASSO, sedangkan saya mendapatkannya. Memang sulit rasanya jika mengikuti program ini tanpa beasiswa. Semoga mereka mendapatkan jalan untuk beasiswa. Saya pun membantu mereka mencarikan informasi beasiswa lainnya, seperti beasiswa Sato. Saya menunggu pengumuman dari Tokyo Tech lagi selama 1 bulan. Akhirnya, saya mendapatkan pemberitahuan bahwa saya mendapatkan beasiswa JASSO, Namun syukur, sesuatu terjadi di luar perkiraan. Apa itu?  Kemal dan Yudha juga mendapatkan beasiswa JASSO. Dapat dikatakan walaupun tidak mendapatkan rekomendasi bukan berarti tidak didaftarkan sebagai calon penerima beasiswa. Tokyo Tech memang subhanallah baik sekali. Alhasil, kekhawatiran ini pun hilang dan hati pun tenang. Saya akan pergi bersama teman-teman. Kami pun siap ke Jepang.

(didokumentasikan pada 1 Agustus 2013)

Selanjutnya : Road to YSEP (H-2) http://wp.me/pa2ST-8V

Posted on Sunday, 15 September 2013, in 1, Diary and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: