Jalan-jalan ke Kota Atami

Suka mandi air hangat? Sebagian besar orang berpikir akan pergi ke pegunungan dimana kita bisa menemukan lokasi pemandian air panas. Namun, kali ini saya menemukan hal yang berbeda di Jepang. Pemandian air panas satu ini berada di sebuah kota di tepi laut, namanya Kota Atami.

Pada tanggal 25 Desember 2014, saya dan teman-teman pertukaran pelajar berkesempatan untuk jalan-jalan ke kota Atami. Perlu kamu tahu, mungkin banyak orang di dunia merayakan natal pada saat itu, namun di Jepang, semuanya berbeda, orang-orang memanfaatkannya untuk jalan-jalan dan mungkin pacaran *bagi anak muda Jepang. Baiklah, kita sambung lagi. Kota Atami berada di selatan dari Tokyo, di prefektur Shizuoka. Kota ini langsung berhadapan dengan Samudera Pasifik. Dari Tokyo, kota ini dapat dicapai sekitar satu setengah jam jika menggunakan mobil atau bis. Di Atami, kami menginap sebuah hotel bernama Heart Pia Atami ( ハートピア熱海). Arsitektur kamar hotelnya sangat kental dengan nuansa Jepang. Ada tatami dan pintu kertas. Kalau tidur, pakai futon. Dari jendela kamar, kita bisa melihat pemandangan laut pasifik yang indah. Saat itu sudah malam, dan saya ingin sekali mandi. Saya melihat-lihat ke arah toilet, tapi akhirnya merasa ada yang aneh, sesuatu yang hilang dari peradaban, ternyata tidak ada shower roomnya. “Trus mandi dimana gan?” Setelah diselidiki, hotel tidak menyediakan shower di kamar seperti yang saya tempati. Jadi, mandinya di onsen.

Ornamen kamar hotelnya yang bernuansa Jepang

Ornamen kamar hotelnya yang bernuansa Jepang (foto oleh Kemal)

Aha, pasti sudah pernah tahu istilah ini.  Onsen adalah istilah orang Jepang untuk pemandian air panas. Sebenarnya saya sudah tahu istilah onsen dari anime yang pernah saya tonton di Indonesia, contohnya Ranma 1/2. Oleh karena itu, saya sudah punya firasat bakal mandi telanjang. Setelah dicek ke TKP, ternyata benar, semuanya harus dilucuti. Sebenarnya bisa saja buka-bukaan, tetapi “ga rame-rame juga men!!!”. Akhirnya, saya menyimpan niat untuk mandi saat itu dan memutuskan untuk mandi besok subuh! Kenapa subuh? Agar tidak banyak yang saling melihat. Sebenarnya walaupun sesama pria, saling buka-bukaan adalah hal yang biasa saja, tetapi menurut Islam itu tetap saja dosa. Ya sudah, ingin bersih, tapi dengan dosa yang minimum, ya cari waktu dimana orang mandi paling sedikit, ya mandi di waktu subuh. Kya kya kya…

Sejujurnya, mandi di onsen adalah pertama bagi saya. Mandi di onsen bukanlah hal yang sembarangan. Kita harus memakai sebuah kostum yang memang khusus untuk onsen, seperti foto yang di bawah ini. Sebelum mandi, kita harus shower-an terlebih dahulu, minum air putih secukupnya alias jangan sedang haus-hausnya, tidak boleh mandi terlalu lama, tidak boleh ada sehelai kain pun masuk ke dalam kolam pemandian, dan terakhir, harus mandi dalam keadaan rileks. Kalau mandi kelamaan, kamu bisa pingsan, menurut petunjuknya. Pengalaman mandi di onsen menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi saya.

Habis nge-onsen jadi makin tampan :)

Habis ngeonsen jadi makin tampan🙂 (foto oleh Kemal)

Keesokan harinya, kami menghadiri sebuah seminar yang diisi oleh Bapak Walikota Atami, yaitu Mr. Sakae Saito. Beliau juga adalah lulusan Tokodai jurusan teknik sipil. Dulu sewaktu mahasiswa, Beliau juga senang ikut student exchange ke berbagai negara di Amerika dan Eropa. Setelah lulus, dengan niat yang tulus, Beliau mengabdikan diri untuk membangun  Jepang. Beliau memutuskan untuk berkecimpung di dunia politik dan akhirnya terpilih menjadi walikota Atami. Sampai sekarang, Beliau masih terus berjuang untuk mengembangkan Kota Atami. Dari seminar itu juga, Beliau bercerita tentang asal usul kota Atami.

Kata “Atami” yang dalam kanji nya ialah 熱海 berasal dari gabungan dua kata, yaitu 熱い (dibaca : atsui) yang artinya panas dan 海 (dibaca : umi) yang artinya laut, sehingga artinya adalah laut panas. Sejak zaman dahulu, Atami terkenal dengan dua hal, yaitu onsen dan geisha. Di sini terdapat cukup banyak onsen. Dulunya, Atami menjadi pusat geisha di seluruh Jepang, dimana anggotanya sempat mencapai 6 ribu orang. Bahkan, sampai sekarang sekolah dan teater terbuka untuk geisha masih bisa ditemui di kota ini. Tak jauh dari pantai, terdapat bukit yang tinggi sekali, dimana dari sana kita bisa melihat pantai dan lautan Pasifik yang indah. Kota ini bisa diakses dari seluruh penjuru Jepang menggunakan kereta Shinkansen. Dengan kenikmatan kota Atami yang seperti itu, tak heran, banyak orang Jepang memilih tempat ini sebagai lokasi bulan madu.

Pemandangan Samudera Pasifik dari dalam hotel.

Pemandangan Samudera Pasifik dari dalam hotel すごい ね。。。 (foto oleh Kemal)

Setelah seminar itu, kita diajak keliling kota Atami bersama pemandu wisata yang sebenarnya juga masih mahasiswa-mahasiswi salah satu sekolah wisata di Kota Atami. Jadi pemandu wisata ini bisa dibilang berpengalaman di kotanya *ya iyalah…. Sebagai informasi, pemandu wisata kita adalah seorang cewek Jepang. Kita berkunjung ke sebuah kuil shinto, yang bernama Kuil Kinomiya. Kuil ini tidak jauh dari pusat kota. Sesampainya di kuil, pemandu wisata bukannya berhenti, malah terus membawa kami berjalan yang kelihatannya hanya berkeliling, mengelilingi sebuah pohon. Merasa ada yang tidak beres, saya langsung bertanya.

“Kita ngapain mbak?”

“Keliling pohon. Nanti umur kita akan bertambah satu tahun.”

“Keliling pohon?”

Ternyata pohon yang kita kelilingi adalah sebuah pohon tua yang dianggap suci oleh orang Jepang. Katanya, kalau kita mengelilinginya, umur kita akan bertambah. なるほど。。。

Pintu masuk kuil Kinomiya

Pintu masuk Kuil Kinomiya

Kuil Kinomiya
Bangunan Kuil Kinomiya
Pohon yang disucikan

Pohon yang disucikan (foto oleh Syarif)

Di akhir perjalanan, kami menyempatkan diri untuk berjalan di tepi pantai Atami. Karena saat itu masih musim dingin, jadi enggan bermain dengan air laut. Walaupun begitu, pemandangan tepi laut di Atami cukup mengesankan. Di tepi pantai, terdapat cukup banyak perahu, barangkali bisa disewa. Maybe.

(foto oleh Syarif)

Foto santai di dermaga (foto oleh Syarif)

885366_729540433725137_1148532094_o

Foto bareng teman-teman pertukaran pelajar (foto oleh Syarif)

Yang di bawah ini ialah panorama Kota Atami dan pantainya.

Atami Beach

Atami Beach

Mungkin itu yang bisa saya ceritakan tentang perjalanan saya ke Atami.  Sebagai info tambahan, sebenarnya tulisan ini saya buat atas permintaan dari Tokodai. Saya cukup menikmati perjalanan ini. Oleh karena itu, saya senang dapat menceritakannya. Kalau kamu ke Jepang, dan ingin mencoba onsen, bermain di pantai yang asik di Jepang atau buat yang sudah nikah ingin berbulan madu, Atami adalah salah satu kota yang saya rekomendasikan bagus untuk dikunjungi. Have a pleasure time🙂

1507490_729540650391782_602640512_o

“Uuu yeah!” dulu [bonus scene] *ga penting (foto oleh Syarif)

Posted on Tuesday, 14 January 2014, in 1, Diary, YSEP and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: