Kabut Asap 2.3

Hari ini tanggal 23 Oktober, langit di luar kantor terlihat berkabut asap. Akhir-akhir ini sering mendengar berita tentang kabut asap. Saya penasaran seperti apa kabut asap yang diberitakan media. Saya teringat dengan kerjaan pengolahan citra satelit dulu sewaktu di Jepang dan akhirnya membuka situs ini lagi untuk mengetahuinya.
https://earthdata.nasa.gov/labs/worldview/?p=geographic&l=MODIS_Aqua_CorrectedReflectance_TrueColor%28hidden%29,MODIS_Terra_CorrectedReflectance_TrueColor,Reference_Labels%28hidden%29,Reference_Features%28hidden%29,Coastlines&t=2015-10-04&v=95.5583258978186,-9.169830684187254,119.5700446478186,2.045013065812747

Hampir seluruh bagian Pulau Sumatera dan Kalimantan ditutupi asap pada tanggal 20 Oktober 2015

Hampir seluruh bagian Pulau Sumatera dan Kalimantan ditutupi asap pada tanggal 4 Oktober 2015

Bisa Anda lihat sendiri di situsnya, pada awal Oktober 2015, ternyata kabut asap kita memang parah. Hampir seluruh bagian Pulau Sumatera dan Kalimantan tertutupi asap.

Kenapa ada kabut asap ya? Saya dengar dari berita ada beberapa perusahaan setempat yang sengaja membakar lahan, dan kebakaran tersebut dibiarkan menjalar kemana-mana. Kalau ada kebakaran, ya seharusnya dipadamkan *ya iyalah. Namun, masalahnya berita kebakaran ini baru terdengar setelah penduduk di sekitar menyadarinya dan seketika itu pula kebakaran sudah kian meluas. Dan semakin luas kebakaran, semakin sulit pula kebakaran dipadamkan. Jadi, lebih baik mengetahui kebakaran dan bertindak lebih awal sebelum terlambat. Dan pelaku pembakarannya bisa cepat ditangkap dan diadili.

Saya tidak tahu sejauh apa NASA punya data, tetapi berdasarkan pengalaman dulu, data yang mereka sediakan cukup untuk membuat sistem deteksi kebakaran lahan dan pemantauan wilayah muka bumi seluruh Indonesia lebih cepat dan otomatis. Harapan saya di masa mendatang, kejadian seperti ini tidak terlupakan dan terulang kembali.

Bagaimana menurut Anda tentang kabut asap ini?

Posted on Friday, 23 October 2015, in Artikel and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Setauku, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan sudah punya sistem deteksi sendiri ki, coba cek: http://sipongi.menlhk.go.id/home/main mungkin bisa bantu dikomparasikan ki

  2. wah info yang menarik…
    mereka menggunakan data dari NASA juga

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: