Keindahan Memberi

Adakah engkau melihat keindahan dari kehidupan manusia?

Engkau bekerja, membantu kesibukan para petinggi, mereka membayarmu.

Engkau belajar, memahami ilmu tentang alam, ilmu membantu kehidupanmu.

Apa yang diberi akan dibalas, tanpa rasa dengki agar berbekas.

Dibalas tak selalu dengan tangan, tapi selalu meninggalkan kesan.

Manusia selalu lupa bahwa dia tak hidup sendiri.

Seolah-olah dunia ialah miliknya pribadi.

Ia sedikit memberi, namun merasa kurang atas apa yang didapatkan dari orang lain.

Sampai suatu saat ia bersedih tak melihat satu kebaikan pun datang. Benih-benih kebaikan itu telah layu sebelum tumbuh.

Ada pula manusia yang banyak memberi, namun masih belum merasa cukup untuk membalas kebaikan orang lain.

Sampai suatu ketika orang lain membalas apa yang telah ia berikan, ia tersenyum karena kebaikan itu pulang kembali kepada tuannya.

Kebaikan datang tanpa harus dipanggil oleh tuannya.

Itulah indahnya memberi.

Posted on Sunday, 21 May 2017, in Main. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: